Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ILMU PENDIDIKAN ISLAM
I. PENDAHULUAN
Pendidikan sangat diperlukan sebagai proses yang mampu membangun
potensi manusia menuju kemajuan dalam segala aspek. Pendidikan menurut
Islam atau Pendidikan Islami, yakni pendidikan yang dipahami dan yang
dikembangkan dari ajaran dan nilai-nilai fundamental yang terkandung
dalam sumber dasarnya, yaitu Al-qur’an dan Al-Sunnah.[1]
Kemajuan ilmu dan teknologi yang makin canggih dewasa ini telah
menimbulkan berbagai macam perubahan dalam kehidupan manusia, termasuk
perubahan dalam tatanan sosial dan moral. Dibalik kemajuan yang demikian
pesat itu, mulai terasa pengaruh yang kurang menggembirakan, yaitu
mulai tampak dan terasa nilai-nilai luhur agama, adat dan norma sosial
yang selama ini sangat diagungkan bangsa indonesia mulai menurun bahkan
kadangkala diabaikan, karena ingin meraih kesuksesan dalam karier dan
kehidupan. Untuk menangkal kesemuanya ini salah satu upaya yang dianggap
ampuh adalah melalui jalur pendidikan, terutama pendidikan agama
khususnya pendidikan agama Islam. Sebab pendidikan agama Islam
berorientasi pada pembekalan kemampuan intelektual tinggi yang memiliki
akhlaqul karimah yang baik.
Posted on 2/27/2013 11:58:00 AM by Unknown
Ruang
lingkup Fiqh yaitu meliputi atau mencakup ajaran-ajaran dalam Al-Qur’an
dan Hadist, antara lain mencakup ibadah yang mengatur manusia dengan
Allah swt seperti sholat.puasa,zakat,haji, serta mengatur hubungan
antara manusia dengan manusia lain seperti
muamalah,malliyah,munakahat,faro’id,jinayat dan lain-lain, serta
mengatur hubungan manusia dengan alam sekitar seperti shaid (hewan
buruan ) dan dzaba’ih (binatang yang disembelih).
Selain
itu makalah ini pun disusun sebagai penunjang dari program mata kuliyah
Study Fiqh pada semester III jurusan fisika dan makalah ini pun
tersusun secara rinci agar mudah di pahami oleh mahasiswa dalam
berdiskusi.
1.2 Rumusan Massalah
Adapun rumusan masalah yang dapat diambil dari latar belakang di atas adalah :
- Apa saja ruang linkup dari fiqh?
BAB II
PEMBAHASAN
A.Fiqih Muamalah
Muamalah
secara harfiah berarti “pergaulan” atau hubungan antar manusia. Dalam
pengertian yang bersifat umum ini, muamalah berarti perbuatan atau
pergaulan manusia di luar ibadah. Muamalah merupakan perbuatan manusia
dalam menjalin hubungan atau pergaulan sesama manusia, sedangkan ibadah
merupakan hubungan atau pergaulan manusia dengan Tuhan.
Posted on 2/27/2013 11:56:00 AM by Unknown
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Tasawuf adalah salah satu cabang ilmu Islam yang
menekankan dimensi atau aspek spiritual dalam Islam. Dalam kaitannya dengan
manusia, tasawuf lebih menekankan aspek rohaninya ketimbang aspek jasmaninya.
Dalam kaitannya dengan kehidupan, ia lebih menekankan kehidupan akhirat
ketimbang kehidupan dunia yang fana. Orang yang ahli dalam tasawuf disebut
dengan seorang sufi. Seorang sufi
menekankan aspek rohaninya dari pada aspek jasmaninya. Seorang sufi selalu berusaha untuk dekat
dengan Tuhan-nya. Dan untuk mencapai itu, terdapat tingkatannya, yaitu tobat ,
zuhud , sabar , kefakiran kerendahan hati, takwa , tawakkal , kerelaan , cinta , ma'rifat.Dan
dalam makalah ini akan mencoba membahas tentang pengertian tasawuf, sejarah
pertumbuhan dan perkembangan tasawuf, penyebaran serta perjalanan tasawuf.
B. Rumusan
Masalah
1..Bagaimanakah
asal-usul
Tasawuf ?
2. Bagaimana Perkembangan Tasawuf?
3. Apakah
Esensi Tasawuf?
C. Tujuan
Penulisan
1 Agar mengetahui Asal-usul Tasawuf.
2. Supaya
Mengetahui Perkembangan dan Esensi Tasawuf.
BAB II
PEMBAHASAN
A. ASAL – USUL TASAWUF
Dalam Mukadimah-nya, Ibn Al-Khaldun menulis, “Ilmu ini
(yakni tasawuf) salah satu ilmu syariat baru di dalam agama Islam. Sebenarnya, metode kaum ini (kaum sufi) telah ada sejak masa para
sahabat, tabiin dan ulama-ulama penerusnya, sebagai jalan kebenaran dan
petunjuk. Inti tasawuf adalah tekun beribadah, menjauhi kemewahan dan kegemerlapan duniawi,
meninggalkan kelezatan harta dan tahta dan mengasingkan diri dari manusia untuk
beribadah. Praktek ini populer di kalangan para sahabat dan ulama terdahulu. Ketika
tren mengejar dunia menyebar di abad kedua dan setelahnya, manusia mulai
tenggelam dalam kenikmatan duniawi, orang-orang yang menghususkan diri mereka
kepada ibadah disebut sufi.”
Posted on 2/27/2013 11:52:00 AM by Unknown
Seberapa
besar kita mengenal psikologi dalam kehidupan sehari-hari? Mungkin
tidak banyak yang kita ketahui terkait dengan aplikasi praktis ilmu
psikologi dalam kehidupan sehari-hari. Psikologi sendiri punya stigma
negatif yang selalu dikait-kaitkan dengan gangguan jiwa, seperti
kegilaan (insanity). Padahal psikologi itu sangat luas, karena
dimana ada manusia, maka psikologi akan beperan serta. Berikut ini ada
10 hal yang psikologi lakukan untuk meningkatkan kualitas hidup kita.
1. Hidup yang termotivasi
Hidup
penuh dengan keinginan-keinginan yang ingin kita capai dan selesaikan.
Apakah itu berhenti merokok, menurunkan berat badan, mempelajari bahasa
baru, dll. Nah, dengan psikologi, kita dapat mempelajari cara bagaimana
kita meningkatkan kapasitas otak dan kognitif kita untuk senantiasa
termotivasi untuk menyelesaikan setiap goal dalam hidup kita.
Contoh sederhana yang dapat kita lakukan adalah member reward sendiri terhadap diri kita ketika kita telah berhasil melakukan sebuah tugas dengan baik, misalnya makan malam yang lebih mewah sedikit. Hal ini akan membatu kita untuk tetap termotivasi melakukan hal lain dan menyelesaikannya dengan baik.
Posted on 12/10/2012 09:04:00 AM by Unknown
Pendahuluan
Pemerintah
telah bertekad untuk dapat memajukan masyarakat serta pendidikan
nasional, yang berakar pada kebudayaan nasional (Pasal I ayat 2
Undang-Undang No II tahun 1989), tekad ini mengandung pengertian bahwa penyelenggaraan pendidikan Nasional akan selalu berpijak pada bumi dan budaya Indonesia. Berangkat dari permasalahan di atas, makalah ini disusun dan bertujuan untuk dapat mengungkap bagaimana upaya
untuk dapat memahami psikologi masyarakat Indonesia sebagai upaya
menjembatani permasalahan silang budaya, pemahaman ini diperlukan karena
pada dasarnya kebudayaan pada suatu masyarakat merupakan perwujudan
(pengejawantahan) manusiawi dari individu-individu yang berada dalam
masyarakat pendukungnya sehingga permasalahan kebudayaan akan selalu berkembang sejalan dengan perkembangan pola pikir dan kebutuhan manusia yang sudah barang tentu tidak bisa lepas dari aspek psikologis dan kepribadian dari orang-orang dalam masyarakat tersebut.
Dalam
konsep yang paling dominan kebudayaan dapat dimaknai sebagai fenomena
material, sehingga menurut faham ini pemahaman dan pemaknaan kebudayaan lebih banyak dicermati sebagai keseluruhan system gagasan, tindakan dan
hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan
milik diri manusia dengan belajar (Koentjaraningrat, 1980 : 193). Sejalan dengan pengertian tersebut maka
tingkah laku manusia sebagai anggota masyarakat akan terikat oleh
kebudayaan yang terlihat wujudnya dalam berbagai pranata yang berfungsi
sebagai mekanisme kontrol bagi tingkah laku manusia (Geertz, 1973), kebudayaan adalah segala sesuatu yang dipelajari dan dialami bersama secara sosial, oleh para anggota suatu masyarakat. Sehingga suatu kebudayaan bukanlah hanya akumulasi dari kebiasaan (Folkways) dan tata kelakuan (mores ) tetapi suatu sistem perilaku yang terorganisasi.
Masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai budaya secara logis akan mengalami berbagai permasalahan, persentuhan antar budaya akan selalu terjadi karena permasalahan silang budaya selalu terkait erat dengan curural materialisme yang mencermati budaya dari pola piker dan tindakan dari kelompok sosial tertentu dimana pola temperamen ini banyak ditentukan oleh faktor keturunan (genetic), ketubuhan dan hubungan sosial tertentu. Nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan menjadi acuan sikap dan perilaku manusia sebagai makhluk individual yang tidak terlepas dari kaitannya pada kehidupan masyarakat dengan
orietasi kebudayaannya yang khas, sehingga baik pelestarian maupun
pengembangan nilai-nilai budaya merupakan proses yang bermatra
individual, sosial dan cultural sekaligus.
Posted on 12/10/2012 09:00:00 AM by Unknown
I.
PENDAHULUAN
Pada awal tahun 1970-an berbicara mengenai penelitian
agama dianggap tabu. Orang akan berkata : kenapa agama yang sudah begitu mapan
mau diteliti ; agama adalah wahyu Allah. Sikap serupa terjadi di Barat. Dalam
pendahuluan buku Seven Theories Of Religion dikatakan, dahulu orang Eropa
menolak anggapan adanya kemumgkinan meniliti agama. Sebab, antara ilmu dan
nilai, antara ilmu dan agama ( kepercayaan ), tidak bisa disinkronkan.[1]
Kehadiran agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw
diyakini dapat menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan
batin. Petunjuk-petunjuk agama mengenai berbagai kehidupan manusia, sebagaimana
terdapat di dalam sumber ajarannya, Alquran dan Hadis, tampak amat ideal dan
agung. Islam mengajarkan kehidupan yang dinamis dan progresif, menghargai akal
pikiran melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bersikap seimbang
dalam memenuhi kebutuhan material dan spiritual, senantiasa mengembangkan
kepedulian sosial, menghargai waktu, bersikap terbuka, demokratis, berorientasi
pada kualitas, egaliter, kemitraan, anti-feodalistik, mencintai kebersihan,
mengutamakan persaudaraan, berakhlak mulia dan bersikap positif lainnya.
II.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa pengertian metodologi studi
islam dan ruang lingkupnya?
2.
Apa saja pendekatan-pendekatan dalam
metodologi studi islam?
III.
PEMBAHASAN
- Pengertian metodologi studi islam dan ruang lingkupnya
1.
Pengertian metodologi
Menurut
bahasa (etimologi), metode berasal dari bahasa Yunani, yaitu meta (sepanjang), hodos (jalan). Jadi, metode adalah suatu ilmu
tentang cara atau lanhkah-langkah yang di tempuh dalam suatu disiplin tertentu
untuk mencapai tujuan tertentu. Metode berarti ilmu cara menyampaikan sesuatu
kepada orang lain. Metode juga disebut pengajaran atau penelitian.
Menurut
istilah (terminologi), metode adalah ajaran yang memberi uraian, penjelasan,
dan penentuan nilai. Metode biasa digunakan dalam penyelidikan keilmuan. Hugo
F. Reading mengatakan bahwa metode adalah kelogisan penelitan ilmiah, sistem
tentang prosedur dan teknik riset.
Ketika metode digabungkan dengan kata logos maknanya
berubah. Logos berarti “studi tentang” atau “teori tentang”. Oleh karena itu, metodologi
tidak lagi sekedar kumpulan cara yang sudah diterima(well received) tetapi
berupa berupa kajian tentang metode. Dalam metodologi dibicarakan kajian
tentang cara kerja ilmu pengetahuan. Pendek kata, bila dalam metode tidak ada
perbedaan, refleksi dan kajian atas cara kerja ilmu pengetahuan, sebaliknya
dalam metodologi terbuka luas untuk mengkaji, mendebat, dan merefleksi cara
kerja suatu ilmu. Maka dari itu, metodologi menjadi menjadi bagian dari
sistematika filsafat, sedangkan metode tidak.[2]
Metodologi
adalah ilmu cara- cara dan langkah- langkah yang tepat ( untuk menganalisa
sesuatu) penjelasan serta
menerapkan cara.[3]
Istilah
metodologi studi islam digunakan ketika seorang ingin membahas kajian- kajian
seputar ragam metode yang biasa digunakan dalam studi islam. Sebut saja
misalnya kajian atas metode normative, historis, filosofis, komparatif dan lain
sebagainya. Metodologi studi islam mengenal metode- metode itu sebatas
teoritis. Seseorang yang mempelajarinya juga belum menggunakannya dalam praktik.
Ia masih dalam tahap mempelajari secara teoritis bukan praktis.
2.
Ruang lingkup studi Islam:
Agama sebagai obyek studi minimal dapat dilihat dari segi sisi:
a.
Sebagai doktrin dari Tuhan yang
sebenarnya bagi para pemeluknya sudah final dalam arti absolute, dan diterima
apa adanya.
b.
Sebagai gejala budaya, yang
berarti seluruh yang menjadi kreasi manusia dalam kaitannya dengan agama,
termasuk pemahaman orang terhadap doktrin agamanya.
c.
Sebagai interaksi social, yaitu
realitas umat Islam.
Bila islam dilihat dari tiga sisi, maka ruang lingkup studi islam dapat
dibatasi pada tiga sisi tersebut. Oleh karena sisi doktrin merupakan suatu
keyakinan atas kebenaran teks wahyu, maka hal ini tidak memerlukan penelitian
didalamnya.
- Pendekatan-pendekatan dalam metodologi studi islam
Dewasa ini
kehadiran agama semakin dituntut agar ikut terlibat secara aktif diberbagai
masalah yang dihadapi umat manusia. Agama tidak boleh hanya dijadikan sekadar
menjadi lambang kesalehan atau berhenti sekadar disampaikan dalam khotbah, melainkan
secara konsepsional menunujukkan cara-cara yang paling efektif dalam memecahkan
masalah. . Adapun pendekatan yang dimaksud di sini (bukan dalam konteks
penelitian), namun cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam satu bidang
ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami agama
Diketahui bahwa islam sebagai agama yang memiliki
banyak dimensi, yaitu mulai dari dimensi keimanan, akal pikiran, ekonomi, politik,
ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan hidup, sejarah, perdamaian, sampai
pada kehidupan rumah tangga, dan masih banyak lagi. Untuk memahami berbagai
dimensi ajaran islam tersebut jelas memerlukan berbagai pendekatan yang digali
dari berbagai disiplin ilmu. Di dalam Alqur’an yang merupakan sumber ajaran
Islam, misalnya dijumpai ayat- ayat tentang proses pertumbuhan dan perkembangan
anatomi tubuh manusia. Untuk menjelaskan masalah ini jelas memerlukan dukungan
ilmu anatomi tubuh manusia. Selanjutnya untuk membahas ayat- ayat yang
berkenaaan dengan masalah tanaman dan tumbuh- tumbuhan jelas memerlukan bantuan
ilmu pertanian.
Berkenanaan
dengan pemikiran diatas, maka kita
perlu mengetahui dengan jelas pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam
memahamai agama. Hal ini perlu dilakukan, karena melalui pendekatan tersebut
kehadiran agama secara fugsional dapat dirasakan oleh penganutnya. Sebaliknya
tanpa mengetahui berbagai pendekatan tersebut, tidak mustahil agama menjadi
sulit dipahami oleh masyarakat, tidak fungsional, dan akhirnya masyarakat
mencari pemecahan masalah kepada selain agama, dan hal ini tidak boleh terjadi.
Untuk lebih jelasnya pendekatan tersebut dapat kita pelajari sebagai berikut:
a.
Pendekatan Sosiologis
Sosiologi
adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki
ikatan-ikatan antara manusia yamng menguasai hidupnya. Sosiologi mencoba
mengerti sifat dan maksud hidup bersama, cara yang terbentuk dan tumbuh serta
berubahnya perserikatan-perserikatan hidup itu serta pula kepercayaannya,
keyakinan yang memberi sifat tersendiri kepada cara hidup bersama itu dalam
tiap persekutuan hidup manusia.
Harus ditegaskan disini bahwa orang yang pertama kali
menggagas sekaligus memperaktikkan sosiologi sebagai sebuah disiplin ilmu baru
yang mandiri adalah ibn khaldun. Namun, sebagian besar sosiolog memandang kontribusi
ibn khaldun begitu kecil dalam sosiologi. Mereka lebih mengakui karl max dan
august comte sebagai seorang yang yang paling berjasa bagi disiplin ilmu
sosiologi.[4]
Pendekatan sosiologis dibedakan dari pendekatan studi
agama lainnya karena fokus perhatiannya pada interaksi antara agama dan
masyarakat. Teori sosiologis tentang watak agama serta kedudukan dan
signifikansinya dalam dunia sosial, mendorong di tetapkannya serangkaian
kategori-kategori sosiologis, meliputi:
1.
Stratifikasi sosial, seperti kelas
dan etnisitas
2.
Kategori bisosial, seperti seks,
gender perkawinan, keluarga masa kanak-kanak dan usia
3.
Pola organisasi sosial, meliputi
politik, produksi ekonomis, sistem-sistem pertukaran dan birokrasi.
4.
Proses sosial, seperti formasi
batas, relasi intergroup, interaksi personal, penyimpangan, dan globalisasi.[5]
Dalam al-quran terdapat tuntunan yang banyak membicarakan
realitas tertinggi yang menunjukan bahwa ia, secara filosofis, tidak menerima
selainnya. Namun disisi lain (sosiologis), ia juga dengan sangat toleran
menerima kehadiran keyakinan lain (lakum dinukum waliyaddin).[6]
b.
Pendekatan Historis
Sejarah
atau historis adalah suatu ilmu yang membahas berbagai peristiwa dengan
memperhatikan unsur tempat, waktu, objek, latar belakang, dan pelaku dari
peristiwa tersebut. Menurut ilmu ini, segala peristiwa dapat dilacak dengan
melihat kapan peristiwa itu terjadi, dimana, apa sebabnya, siapa yang terlibat
dalam peristiwa tersebut, dan lain sebagainya.[7]
Pendekatan kesejarahan ini amat dibutuhkan dalam
memahami agama, karena agama itu sendiri turun dalam situasi yang kongkrit
bahkan berkaitan dengan kondisi social kemasyarakatan. Dalam kontek ini
Kuntowijaya telah melakukan studi yang mendalam terhadap agama yang dalam hal
ini islam menurut pendekatan sejarah. Ketika ia mempelajari Al-qur’an, ia
sampai pada kesimpulan bahwa dasarnya kandungan Al-qur’an itu menjadi dua
bagian. Bagian pertama berisi konsep-konsep dan bagian kedua berisi kisah-kisah
sejarah dan perumpamaan.
Melalui
pendekatan sejarah ini seseorang diajak menukik dari alam idealis ke alam yang bersifat empirism
dan mendunia. Dari kedaan ini seseorang akan melihat adanya kesenjangan atau
keselarassan antara yang terdapat dalam alam idealis dengan yang ada dalam
empiris dan historis.
Pendekatan kesejarahan ini amat dibutuhkan dalam memahami agama, karena Agama
itu sendiri turun dalam situasi yang konkret bahkan berkaitan dengan kondisi
sosial kemasyarakatan.
c.
Pendekatan Antropologis
Pendekatan
ini dapat diartikan sebagai salah satu upaya dalam memahamai agama dengan cara
melihat wujud praktek keagamaan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.
Melalui perndekatan ini agama tamapak lebih akrab dan dekat dengan
masalah-masalah yang dihadapi manusia dan berupaya menjelaskan dan memberikan
jawabannya.
Dalam
berbagai penelitian antropologi. Agama dapat ditemukan adanya hubungan positif
antara kepercayaan agama dengan kondisi ekonomi dan politik golongan masyarakat
yang kurang mampu pada umumnya lebih tertarik kepada gerakan-gerakan keagamaan
yang mesianis, yang menjanjikan perubahan tatanan sosial masyarakat. Sedangkan
golongan orang yang kaya lebih cenderung untuk mempertahankan tatanan
masyarakat yang sudah mapan secara ekonomi lantaran tatanan itu menguntungkan
pihaknya.
Melalui pendekatan antropologi sosok agamayang berada
pada daratan empiric akan dapat dilihat serat-seratnya dan latar belakang
mengapa ajaran agama tersebut muncul dan dirumuskan. Antropologi berupaya
melihat hubungan antara agama dengan berbagai pranata yang terjadi
dimasyarakat.[8]
Dalam
pendekatan ini kita melihat bahwa agama ternyata berkorelasi dengan etos kerja
dan perkembangan ekonomi suatu masyarakat. Dalam hubungan ini, jika ingin
mengubah pandangan dan sikap etos kerja seseorang maka dapat dilakukan dengan
cara mengubah pandangan keagamaan. Selanjutnya melalui pendekatan antropologis
ini, kita dapat melihat agama dalam hubungannya dengan mekanisme
pengorganisasian.
Salah satu konsep kunci
terpenting dalam antropologi adalah modern adalah holisme, yakni pandangan
bahwa prakyik-praktik sosial harus diteliti dalam konteks dan secara esensial
dilihat sebagai praktik yang berkaitan dengan yang lain dalam masyarakat yang
sedang diteliti. Para antropologis harus melihat agama dan praktik-praktik
pertanian, kekeluargaan dan politik, magic dan pengobatan (secara bersama-sama
maka agama tidak bisa dilihat sebagai system otonom yang tidak terpengaruh oleh
praktik-praktik sosial lainnya.[9]
d.
Pendekatan Psikologi
Psikologi atau ilmu jiwa adalah jiwa yang mempelajari jiwa
seseorang melalui gejala perilaku yang dapat diamatinya. Menurut Zakiah
Daradjat, perilaku seseorang yang tampak lahiriah terjadi karena dipengaruhi
oleh keyakinan yang dianutnya. Ilmu jiwa agama sebagaimana yang dikemukakan
Zakiah Daradjat, tidak akan mempersoalkan benar tidaknya suatu agama yang
dianut seseorang, melainkan yang dipentingkan adalah bagaimana keyakinan agama
tersebut terlihat pengaruhnya dalam perilaku penganutnya.
Dengan ilmu jiwa ini seseorang selain akan
mengetahui tingkat keagamaan yang dihayati, dipahami dan diamalkan seseorang
juga dapat digunakan sebagai alat untuk memasukkan agama ke dalam jiwa
seseorang sesuai dengan tingkatan uasianya. Dengan ilmu agama akan menemukan
cara yang tepat dan cocok untuk menanamkannya.
Label “psikologi agama” seolah menunjukan bahwa
bidang ini merupakan cabang psikologi yang concern dengan subjek agama, sejajar
dengan psikologi pendidkan, atau psikologi olahraga, atau psikologi klinis.
Akan tetapi kenyataanya, psikologi agama berada di bagian luar mainstream
psikologi.[10]
IV.
KESIMPULAN
Menurut
bahasa (etimologi), metode berasal dari bahasa Yunani, yaitu meta (sepanjang), hodos (jalan). Jadi, metode adalah suatu ilmu
tentang cara atau lanhkah-langkah yang di tempuh dalam suatu disiplin tertentu
untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut istilah (terminologi), metode adalah
ajaran yang memberi uraian, penjelasan, dan penentuan nilai. Metode biasa
digunakan dalam penyelidikan keilmuan. Hugo F. Reading mengatakan bahwa metode
adalah kelogisan penelitan ilmiah, sistem tentang prosedur dan teknik riset.
Pendektan
antropolgi sangat dibutuhkan dalam memahami ajaran agama, karna dalam ajaran
agama terdapat uraian dan informasi yang dapat dijelaskan lewat bantuan ilmu
antropologi dengan cabang-cabangnya.
Sejarah
atau histories adalah suatu ilmu yang didalamnya dibahas berbagai peristiwa
dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, objek, latar belakang dan pelaku dari
peristiwa tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Atho Mudzahar, Pendekatan
Studi Islam, yogyakarta : Pustaka Pelajar , 2007
Fanani , Muhyar, Metode Studi
Islam, aplikasi sosiologi pengetahuan sebagai cara pandang,( Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2008)
Partanto, Pios A M.
dahlan al barry, Kamus Ilmiyah Populer, (Surabaya : penerbit arkola,
1994
Conolly , Peter,
Aneka pendekatan studi agama, (Yogyakarta: Lkis, 2002).
Atang, abd.hakim & Jaih Mubarok.
Metode studi islam.(Bandung: remaja rosdakarya 2009).
Kimia,tadris,
Metodologi Studi Islam 2008. (Semarang : takimia production,2010
Nata, abbudin, metode studi islam,(
Jakarta: Raja grafindo persada 2004
[1] . Atho Mudzahar, Pendekatan Studi Islam,
yogyakarta : Pustaka Pelajar , 2007.hlm .11
[2]
Muhyar Fanani, Metode Studi Islam, aplikasi sosiologi pengetahuan sebagai
cara pandang,( Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008) hlm.ix.
[3] Pios A
partanto M. dahlan al barry, Kamus Ilmiyah Populer, (Surabaya : penerbit
arkola, 1994)hlm.462
[4] Ibid hlm.20
[5]Peter
Conolly, aneka pendekatan studi agama,
(Yogyakarta: Lkis, 2002).hlm 283
[6] Atang abd.hakim & DR. Jaih Mubarok. Metode
studi islam.(Bandung: remaja rosdakarya 2009).hlm 5
[7] Tadris
Kimia 2008, Metodologi Studi Islam. (Semarang : takimia production,2010)
hlm. 96
[8] Abbudin nata, metode studi islam,( Jakarta:
Raja grafindo persada 2004) hlm.391
[9] Ibid,
hlm.34
[10] Ibid.
hlm.191
Posted on 12/07/2012 09:18:00 AM by Unknown
Sejarah Akuntansi Sektor Publik
Sejarah organisasi sektor publik sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dalam bukunya, Vernon Kam (1989) menjelaskan bahwa praktik akuntansi sektor publik sebenarnya telah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi. Kemunculannya lebih dipengaruhi pada interaksi yang terjadi pada masyarakat dan kekuatan sosial didalam masyarakat. Kekuatan sosial masyarakat, yang umumnya berbentuk pemerintahan. Organisasi sektor publik ini, dapat diklasifikasikan dalam:
1. Semangat kapitalisasi (Capitalistic Spirit).
2. Peristiwa politik dan ekonomi (Economic and Politic Event).
3. Inovasi teknologi (Technology Inovation).
Sejarah organisasi sektor publik sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dalam bukunya, Vernon Kam (1989) menjelaskan bahwa praktik akuntansi sektor publik sebenarnya telah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi. Kemunculannya lebih dipengaruhi pada interaksi yang terjadi pada masyarakat dan kekuatan sosial didalam masyarakat. Kekuatan sosial masyarakat, yang umumnya berbentuk pemerintahan. Organisasi sektor publik ini, dapat diklasifikasikan dalam:
1. Semangat kapitalisasi (Capitalistic Spirit).
2. Peristiwa politik dan ekonomi (Economic and Politic Event).
3. Inovasi teknologi (Technology Inovation).
Posted on 9/24/2012 12:02:00 AM by Unknown
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan
menganalisis tentang Penanganan Anak Bermasalah dan Implikasinya terhadap
pendidikan Islam. Penelitian ini menarik dikaji karena isu mengenai anak
"bermasalah" atau anak nakal semakin merebak di dunia pendidikan
Indonesia, dan sampai saat ini belum ditemukan penanganan yang sesuai sehingga
anak-anak bermasalah belum mendapatkan tempat yang layak, mereka terusir dari
sekolah, masyarakat, bahkan keluarga, dan hanya bui yang mau menerima mereka.
Permasalahan ini juga melanda dunia pendidikan di negara-negara lain sejak
Perang Dunia Dua menawarkan solusi bagi permasalahan ini dengan membangun
sekolah alternatif yang membebaskan di Inggris, dan tulisan-tulisannya yang
mampu mengubah pola pikir masyarakat tentang anak nakal dalam buku Summerhill
School.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang
menggunakan pendekatan hermeneutika, pengumpulan datanya menggunakan metode
deskripsi, interpretasi, dan analisis, yang akhirnya adalah memberikan
kesimpulan. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif
content analisis. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal secara garis besar
metode pembahasan penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika dan
psikologi khususnya psikologi abnormal.
anak seharusnya memiliki sifat yang 1) Anak lahir
dengan membawa potensi baik, realistis dan bijaksana, tidak ada anak nakal yang
ada hanyalah anak yang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tumbuh dewasa
secara sosial, dan anak yang kurang kasih sayang. Lingkungan yang mengekang
kebebasan mereka-lah yang menjadikan mereka "bermasalah". Untuk
menangani anak-anak "bermasalah" penderita neurosis neill menggunakan
analisis, dan dengan memberikan kebebasan dan kasih sayang bagi anak nakal. 2)
Strategi ini relevan bila diterapkan di Indonesia khususnya pendidikan Islam, karena
pada dasarnya pendidikan Islam bersifat dialogis dan demokratis, dengan
membentuk suatu lembaga pendidikan Islam yang membebaskan maka, permasalahn
mengenai anak nakal, dan permasalahan pendidikan lainnya dapat terselesaikan.
Posted on 7/02/2012 05:57:00 PM by Unknown
BAB II
PEMBAHASAN
2.I Pengertian
Anak tunagrahita.
Menurut
American Association on Mental Deficiency (AAMD) anak tunagrahita adalah anak
yang secara umum memiliki kekurangan dalam hal fumgsi intelektualnya secara
nyata dan bersamaan dengan itu, berdampak pula pada kekurangannya dalam hal
prilaku adaptifnya, dimana hal tersebut terjadi pada masa perkembangannya dari
lahir sampai dengan usia delapan belas tahun. Pernyataan tersebut pun dapat
pula diartikan bahwa anak tunagrahita adalah mereka yang memiliki hambatan pada
dua sisi, yaitu pertama pada sisi kemampuan intelektualnya yang berada di bawah
anak normal. Anak tersebut memiliki kemampuan intelektualnya yang berada pada
dua standar deviasi di bawah normal jika diukur dengan tes intelegensi
dibandingkan dengan anak normal lainya. Yang kedua adalah kekurangan pada sisi
prilakua adaptifnya atau kesulitan dirinya untuk mampu bertingkah laku sesuai
dengan situasi yang belum dikenal sebelumnya. Keadan tersebut terjadi pada
proses pertumbuhannya, cara berfikir dan kemampuannya dalam bermasyarakat sejak
anak tersebut lahir dan berusia delapan belas tahun.
Moh. Amin
(1995:11), menguraikan gambarkan tentang anak tunagrahita sebagai berikut :
Anak
tunagrahita kurang cakap dalam memikirkan hal-hal yang bersifat abstrak, yang
sulit-sulit dan yang berbelit-belit. Mereka kurang atau terbelakang atau tidak
berhasil bukan sehari dua hari atau sebulan dua bulan, tetapi untuk
selama-lamanya dan bukan hanya dalam satu dua hal tetapi hampir segala-galanya.
Lebih-lebih dalam pelajaran seperti : mengarang, menyimpulkan isi bacaan,
menggunakan symbol-simbol berhitung, dan dalam semua pelajaran yang bersifat
teoritis. Dan juga mereka kurang atau terhambat dalam menyesuaikan diri dengan
lingkungannya.
Posted on 7/02/2012 05:53:00 PM by Unknown
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Fenomena masalah anak jalanan
merupakan isu global yang telah mencapai titik mengkhawatirkan. Situasi anak
jalan di Indonesia cukup memprihatinkan karena sampai saat ini
masalah-masalah anak khususnya pada anak-anak yang berada di jalanan belum
mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. Jumlah anak yang tinggal di
jalanan terus menerus meningkat dan pemerintah pun tidak mempunyai data anak
yang tinggal di jalanan. anak jalanan merupakan seseorang yang masih belum dewasa
(secara fisik dan phsykis) yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalanan
dengan melakukan kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan uang guna mempertahankan
hidupnya yang terkadang mendapat tekanan fisik atau mental dari lingkunganya.
Adanya anak jalanan sering kali merugikan orang lain misalnya
berkata kotor, mengganggu ketertiban jalan, merusak body mobil dengan goresan
dan lain-lain. Selain itu permasalahan anak jalan juga adalah sebagai objek
kekerasan. Mereka merupakan kelompok sosial yang sangat rentan dari berbagai
tindakan kekerasan baik fisik, emosi, seksual maupun kekerasan sosial. selain
itu, lingkungan juga sangat mempengaruhi kepribadian dan perilaku sosial anak
jalanan. dimana tempat mereka tinggal banyak preman, membuat anak jalanan
tidak memiliki perilaku social yang baik terhadap masyarakat maupun di
lingkungan tempat tinggal nya. untuk itu, kami akan membahas pengaruh
lingkungan terhadap perilaku sosial anak jalanan.
Posted on 7/02/2012 05:51:00 PM by Unknown
BAB I
PENDAHULUAN
- Latarbelakang Masalah
Akhir-akhir ini bermunculan
berbagai cara / obat / suplemen yang ditawarkan dengan iming-iming bisa
menyembuhkan autisme. Kadang-kadang secara gencar dipromosikan oleh si penjual,
ada pula cara-cara mengiklankan diri di televisi / radio / tulisan-tulisan.
Para orang tua harus hati-hati
dan jangan sembarangan membiarkan anaknya sebagai kelinci percobaan. Sayangnya
masih banyak yang terkecoh , dan setelah mengeluarkan banyak uang menjadi
kecewa oleh karena hasil yang diharapkan tidak tercapai.
- Rumusan Masalah
1. Apa pengertian autis ?
2. Apa saja penyebab autis ?
3. Apa saja karakteristik autis ?
4. Bagaimana perlakuan terhadap anak autis usia dini ?
5. Bagaimana pendekatan pembelajaran anak autis ?
6. Bagaimana model pelayanan pendidikan bagi anak autis ?
7. Bagaimana pelaksanaan kegiatan belajar mengajar anak autis ?
8. Bagaimana proses belajar mengajar dan solusinya ?
Posted on 7/02/2012 05:49:00 PM by Unknown
DAFTAR ISI
KataPengantar……………………………………………………………………i
Daftar isi…………………………………………………………………………ii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………..1
- Latar Belakang………………………………….……………........1
- Tujuan…………………………………………….…………… ..2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………3
A. Pengertian IPTEK ………………………………………………3
B. Landasan FILOSOFIS…………………………………………...4
C. Hakekat SAINS…………………………………………………..4
BAB III PEMBAHASAN………………………………………………………6
A.Dampak perkembangan IPTEK Bagi kehidupan manusia…............6
B.Dampak IPTEK Pada Bidang Teknologi Informasi ……...….……...9.
C. Makna Dan perkembangan Kejahatan Mayantara………….….......12
D. Bentuk-bentuk kejahatan mayantara………………………………..18
BAB III PENUTUP………………………………………..……………….…26
A. Kesimpulan…………………………………….……………………26
B. Saran…………………………………………………………………26
Posted on 6/19/2012 01:26:00 PM by Unknown
A. Latar Belakang
Sebagai prolog, deskripsi film “Alangkah Lucunya (Negeri Ini)” sudah cukup untuk memberikan rumusan masalah dalam tulisan sederhana ini di mana perdebatan tentang penting atau tidaknya pendidikan (formal) bagi masa depan menjadi salah satu alur cerita. Dalam film inspiratif tersebut, menceritakan tentang kisah kehidupan seorang Sarjana Ekonomi, lebih tepatnya Sarjana Manajemen, yang urung mendapatkan mata pencaharian sesuai bidang studinya. Alih-alih bisa duduk di belakang kursi empuk kantor dengan laptop sebagai teman kerjanya, pakaian rapi berdasi ala eksekutif muda hight class (yang selalu diimpikan kala masih berstatus mahasiswa), justru nasib membawanya pada dunia sekumpulan para “pencopet terorganisir” yang kemudian menjadi mitra dalam menerapkan teori-teori pengetahuan “manajemen” yang diperoleh dari perguruan tinggi.
Ada lagi kisah seorang Sarjana Pendidikan, yang sehari-hari waktunya dihabiskan untuk bermain “kartu” karena menjadi pengangguran akibat belum juga mendapatkan tuah dari selembar ijazah “S. Pd.” nya.
Pantas saja, jika anggapan sinis tentang tidak pentingnya pendidikan (formal) masih merebak di kalangan masyarakat. Benarkah demikian?
Posted on 6/17/2012 07:13:00 AM by Unknown
Langganan:
Postingan (Atom)

